Fungsi Arang Batok Kelapa Dalam Penjernihan Air

Fungsi Arang Batok Kelapa Dalam Penjernihan Air

Proses Sianida yang didasarkan terhadap recovery lewat absorbsi kabon aktif dari larutan leach yang punya kandungan emas low-grade (konsentrasi) sudah dikembangkan sejak 1970-an dan sampai sekarang 85% recovery emas sudah dilengkapi bersama teknik ini. Tiga sistem tidak serupa yang sudah dikembangkan didasarkan terhadap teknik pelindian dalam ekstraksi padat-cair dan sifat-sifat kimia dan juga fisika dari bijih. Yaitu: CIP (Carbon in Pulp), CIL (Carbon in Leach), dan CIC (Carbon in Column atau Carbon in Clear Solution).

Proses CIP digunakan dalam sistem pelindian terdiri dari waktu pengadukan yang lama dan penambahan karbon aktif bersama ukuran 1-3 mm (mesh: 8-25) terhadap bubur (padatan dan cairan) sesudah selesai sistem pelindian. Dengan cara ini, emas yang terdapat terhadap fase cair dapat teradsorp terhadap permukaan karbon aktif.
Proses CIL diterapkan jika pelindian ditunaikan bersama pengadukan dalam waktu yang singkat (kurang dari 10 jam) dan/atau jika emas terhadap fase cair diadsorp ulang ke permukaan fase padat residu lewat efek material berkarbonasi atau mineral lempung terhadap bijih.

Proses ini lebih ekonomis sebab pelarutan dan adsorpsi ditunaikan terhadap tangki yang serupa secara serempak bersama penambahan karbon aktif selama pelindian.
Proses ketiga adalah (CIC) digunakan dalam ekstraksi padat-cair di mana residu padatan dan larutan leaching diperoleh secara terpisah bila heap leaching. Larutan hasil pelindian dilewati lewat kolom adsorpsi yang punya kandungan karbon aktif untuk mendapatkan logam emasnya Manfaat Limbah Tempurung Kelapa yang Belum Banyak Orang Tahu

Cara Pemilihan Karbon Aktif Untuk Pengolahan Emas
Sangat pentingnya Penggunaan Carbon dalam pengolahan emas, di karenakan Carbon di gunakan untuk Penangkapan emas (Carbonisasi) dalam pengolahan emas secara cyanidasi, penentuan karbon yang tepat sangat berdampak terhadap hasil emas yang anda dapatkan di pengolahan emas, oleh sebab itu sangat mutlak untuk menyadari Carbon mana yang paling tepat untuk pengolahan emas, tersebut ini penjelasannya :

1. Ada 2 spec yang harus di mencermati yaitu IODINE dan HARDNES. IODINE : yang di maksudnya adalah ukuran / nilai kekuatan serap dari carbon tersebut terhadap partikel2 logam. bila nilai IODINE yang tinggi otomatis dayar serap carbon terhadap emas pun tambah kuat dan besar sehingga emas dalam pengolahan emas mampu di serap secara keseluruhan. HARDNES : yang di maksud adalah tingkat kekerasan / kemampuan Carbon (semakin tinggi tambah keras dan tidak enteng remuk), tambah sedikit karbon pecah2 / remuk dalam pengolahan emas, tambah sedikit emas yang terbuang , di karenakan karbon yang remuk / pecah2 kecil tidak mampu di tangkap dalam sistem penyaringan karbon, sehingga remukan / pecahan kecil carbon tersebut terbuang ke pembuangan limbah

2. Ada lebih dari satu masalah yang harus di mencermati dalam pemakaian Activited Carbon dalam pengolahan emas. Activited Carbon terhadap umumnya dalam suasana yang sangat kotor / banyak debu2 karbon halus. Oleh sebab itu dalam pengolahan emas , banyak pengolah membasuh khususnya dahulu karbon tersebut sampai bersih (tidak tersedia carbon halus) di karenakan bila tidak di hilangkan carbon halus tersebut mampu menyebabkan lostnya emas yang tertangkap di karbon halus tersebut coconut charcoal briquettes manufacturers .

Akan namun pencucian karbon tersebut mempunyai efek sangat jelek yaitu Iodine (daya serap) dari karbon tersebut dapat turun drastis akibat dari penyucian tersebut. Solusinya carilah karbon aktif bersama kuantitas partikel debu minim (bersih), sehingga kita tidak harus membasuh atau pun mengayak dan terhadap pada akhirnya iodine (daya serap) dari karbon tersebut tidak menurun. Carilah karbon aktif bersama ukuran butiran mesh: 8-25, sebab ukuran ini takaran debunya minim (Ash Content maximum 4%).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.